Bisa banget.
Kadang kita merasa capek bukan karena terlalu banyak aktivitas, tapi karena terlalu banyak hal yang dipikirkan dan dipendam.
Kita bilang, “nggak apa-apa,” padahal sebenarnya kecewa.
Kita bilang, “aku kuat,” padahal sebenarnya sudah lelah.
Kita memilih diam karena nggak mau merepotkan orang lain.
Masalahnya, perasaan yang terus dipendam nggak benar-benar hilang. Kita tetap mengeluarkan energi untuk menahan, menyembunyikan, dan terlihat baik-baik saja.
Lama-lama, capeknya bisa terasa bukan cuma di pikiran, tapi juga di tubuh. Jadi lebih mudah sensitif, sulit tenang, banyak overthinking, atau tiba-tiba merasa ingin menangis tanpa tahu kenapa.
Jadi, nggak apa-apa kalau sesekali kita mengakui, “Aku ternyata lagi nggak baik-baik saja.”
Kita nggak harus selalu kuat. Kadang, yang kita butuhkan bukan memaksa diri untuk baik-baik saja, tapi memberi diri sendiri ruang untuk merasakan apa yang memang sedang dirasakan.