Frame Psikologi

Frame Psikologi

Memuat...

Logo
Tanya Apapun Gratis

Tanya Psikolog

Tanya Apapun Mengenai Permasalahan Psikologis, Kesehatan Mental atau Perkembangan Psikologismu, Psikolog Frame Psikologi Siap Membantu, Gratis.

1 Diskusi Tersedia

Menampilkan diskusi pada kategori yang dipilih

Quarter Life Crisis Anonim

Usia 20-an Belum Tau Mau Menjadi Apa? Apakah Aku Terlambat?

Saya sudah berusia 20-an, tetapi sampai sekarang masih belum tahu sebenarnya ingin menjadi apa, bekerja di mana, atau seperti apa kehidupan yang saya inginkan. Sementara teman-teman terlihat sudah memiliki karier dan tujuan hidup masing-masing. Apakah saya terlambat, atau sebenarnya kondisi seperti ini masih wajar?

30 3 minggu yang lalu
Mutia Lara Sari, M.Psi., Psikolog • Psikolog
 
Hai, sebelumnya makasih ya sudah bertanya di forum ini. Oke, aku bantu jawab pertanyaan kamu satu per satu ya.
Berusia 20-an dan belum tahu ingin menjadi apa, apakah berarti kamu terlambat?
Jawabannya: Tidak.
Usia 20-an bukan berarti kamu harus sudah memiliki tujuan hidup dan karier yang final. Justru, dalam perspektif psikologi perkembangan, usia 20-an merupakan salah satu periode yang banyak digunakan individu untuk mengeksplorasi identitas, pekerjaan, relasi, serta kehidupan seperti apa yang ingin mereka bangun.
Jadi, kalau saat ini kamu masih bingung dan belum tahu ingin menjadi seperti apa, kondisi tersebut tidak otomatis berarti ada yang salah dengan dirimu. Bisa jadi kamu memang sedang berada dalam proses eksplorasi.
Lalu mungkin muncul pertanyaan, “Tapi teman-temanku sudah tahu mereka mau menjadi apa. Kenapa aku belum?”
Nah, di bagian ini kamu perlu berhati-hati untuk tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran untuk menentukan apakah kamu terlambat atau tidak. Setiap orang memiliki pengalaman, kesempatan, kebutuhan, dan proses perkembangan yang berbeda.

Yang perlu kamu lakukan bukan memaksa diri untuk segera menemukan satu jawaban, tetapi mulai mengumpulkan informasi tentang dirimu sendiri.
Dalam pengambilan keputusan karier, kita tidak selalu langsung mengetahui pekerjaan apa yang paling tepat. Kita perlu melalui proses mengenali diri, mengeksplorasi pilihan, mendapatkan informasi, kemudian mencoba dan mengevaluasi pengalaman tersebut.
Kamu bisa mulai dengan journaling. Misalnya, coba tuliskan:
  • Apa yang sebenarnya aku sukai?
  • Kegiatan atau pekerjaan apa yang pernah aku lakukan dan ternyata membuatku tertarik?
  • Aktivitas apa yang membuat aku merasa berguna?
  • Kemampuan apa yang saat ini aku miliki?
  • Kemampuan apa yang ingin aku kembangkan?
  • Lingkungan kerja seperti apa yang membuatku nyaman?
  • Kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin aku bangun?
  • Apakah aku lebih menginginkan stabilitas, tantangan, fleksibilitas, penghasilan tertentu, atau hal lainnya?
  • Pengalaman apa yang selama ini membuatku merasa “ini ternyata bukan untukku”?

Dari jawaban-jawaban tersebut, kamu belum tentu langsung menemukan satu profesi yang pasti. Dan itu tidak masalah.
Tujuannya adalah mengumpulkan informasi tentang dirimu melalui refleksi dan pengalaman nyata, kemudian secara bertahap melihat pola: hal apa yang kamu sukai, kemampuan apa yang kamu miliki, nilai apa yang penting bagimu, dan lingkungan seperti apa yang sesuai dengan dirimu.
Jadi, jangan merasa bahwa kamu harus sudah memiliki seluruh jawaban tentang hidup hanya karena orang lain terlihat sudah memilikinya.
Kadang kita bukan terlambat. Kita hanya masih berada dalam proses mencari tahu.
Dan proses itu tidak cukup hanya dengan berpikir. Eksplorasi juga membutuhkan keberanian untuk mencoba, mengalami, mengevaluasi, lalu mencoba lagi.
Selamat mengeksplorasi diri. Jangan takut mencoba hal-hal baru, karena terkadang kita baru mengetahui apa yang kita inginkan setelah mengalami sendiri apa yang ternyata tidak kita inginkan. Tetap semangat Yaaa, Kalau kamu butuh bantuan kita bisa bantu dan disini banyak Psikolog yang bisa bantu kamu :) 

Punya Pertanyaan Lain?

Konsultasi langsung dengan psikolog profesional kami secara rahasia dan nyaman.

Mulai Konsultasi