Hi!! Perasaan yang kamu rasakan sebenarnya cukup manusiawi kok. Apalagi di era digital saat ini segala bentuk "kesuksesan/pencapaian" yang kita lihat atas pencapaian orang lain secara tidak langsung berpengaruh terhadap standar penilaian "kesuksesan/pencapaian" yang kita yakini sebelumnya.
Terus caranya gimana agar kita bisa tetap percaya diri tanpa bergantung terhadap validasi orang lain?
1. Buat standar keberhasilan yang berasal dari diri sendiri bukan dari keberhasilan orang lain.
(Contohnya: apakah aku sudah melakukan yang terbaik lebih dari diriku yang kemarin?)
2. Belajar memisahkan "nilai diri/self worth" dengan "keberhasilan atau kesuksesan"
(Kegagalan, keterlambatan, atau belum mencapai sesuatu yang kamu usahakan tidak membuat kamu menjadi kurang berharga)
3. Belajar menerima bahwa terkadang orang lain mungkin boleh lebih unggul tanpa membuatmu merasa lebih rendah.
(Tidak semua hal harus dipandang sebagai sebuah kompetisi, kamu juga bisa jadi belajar hal baru dari orang lain)
4.Saat kamu mulai insecure, jangan langsung percaya pada pikiran tersebut.
(Kamu bisa mencari bukti dari dalam diri atas segala usaha yang sudah kamu lakukan selama ini)
5. Jangan lupa untuk memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri.
("Aku tidak harus menjadi lebih baik daripada orang lain untuk merasa baik tentang diriku sendiri")
Percaya diri yang sehat bukan berarti kamu tidak pernah merasa kecil ketika melihat orang lain. Kamu masih bisa sesekali merasa insecure, iri, atau ragu. Yang perlu dibangun bukan rasa percaya diri yang lebih stabil, tetapi rasa aman terhadap diri sendiri yang tetap ada meskipun sedang tidak mendapatkan validasi dari orang lain.
Semoga membantu ya 🤍