Frame Psikologi

Frame Psikologi

Memuat...

Logo
Platform Psikologi Indonesia

Temukan Setiap Makna Perkembangan Melalui Perspektif Psikologi

Pilih Sesi
Pilih Sesi
Konseling Psikologi Online
Konseling Psikologi Online
Psikolog Profesional
Psikolog Profesional
Chat Konseling
Chat Konseling
Video Call
Video Call

Mulai konseling dengan psikolog profesional. Jadwalkan sesimu atau tanyakan apapun tentang permasalahan psikologi dan dapatkan dukungan profesional sesuai dengan kebutuhan perkembangan psikologismu.

12+ konseling terjadwal

Layanan

Jadwalkan Sesi Konseling Sesuai Kebutuhanmu

Mulai dari konsultasi singkat hingga sesi lanjutan bersama psikolog profesional.

Konseling Psikologi Personal

Dapatkan perspektif psikologis mengenai kondisi dan kebutuhan kesehatan mental bersama psikolog profesional

Konseling Pra-Nikah

Eksplorasi kesiapan psikologis, pola komunikasi, harapan dalam pernikahan, nilai-nilai keluarga, pembagian peran, serta kemampuan menghadapi dan menyelesaikan konflik

Konseling Pernikahan

Memahami dinamika setiap hubungan, identifikasi sumber konflik, evaluasi pola komunikasi, serta memahami peran masing-masing individu dalam pernikahan

Konseling Keluarga

Membantu keluarga memahami sumber permasalahan dan menyusun strategi untuk membangun komunikasi serta hubungan keluarga yang lebih sehat.

Konseling Karir

Rekomendasi pengembangan karier & pendidikan yang sesuai dengan potensi individu

Konseling Pendidikan

Eksplorasi berbagai pengalaman serta tantangan yang muncul dalam proses belajar

Konseling Tumbuh Kembang Anak

Eksplorasi berbagai perilaku psikologis, emosi, serta pengalaman tumbuh kembang yang dialami anak

Psikolog Frame Psikologi

Fase apapun dalam perkembangan psikologismu, psikolog Frame Psikologi siap membantu

Kamu bisa menyesuaiakan psikolog profesional Frame Psikologi sesuai dengan kebutuhan setiap perkembangan psikologismu

Kompetensi Psikolog sesuai dengan topik keahlian perkembangan psikologismu

Psikolog Frame Psikologi memiliki profil dan jadwal yang bisa kamu sesuaikan

Nur Septri Lestari, M.Psi., Psikolog

Nur Septri Lestari, M.Psi., Psikolog

Akademik +3
Belum ada ulasan Tersedia
Mutia Lara Sari, M.Psi., Psikolog

Mutia Lara Sari, M.Psi., Psikolog

Psikologi Industri dan Organisasi +2
Belum ada ulasan Tersedia
Rizqia Nur Amalia Sari, M.Psi., Psikolog

Rizqia Nur Amalia Sari, M.Psi., Psikolog

Anak +5
Belum ada ulasan Tersedia
Tansri Adzlan Syah, M.Psi., Psikolog

Tansri Adzlan Syah, M.Psi., Psikolog

Psikologi Industri dan Organisasi +3
Belum ada ulasan Tersedia
Tanya Psikolog

Tanya Apapun Mengenai Perkembangan Psikologismu, Gratis

Kamu bisa bertanya langsung dan menemukan pembahasan psikologis dari Psikolog Frame Psikologi. Pertanyaan seputar perkembangan psikologismu akan dikurasi dan dijawab langsung oleh Psikolog Frame Psikologi

Overthinking Anonim

“Nggak Apa-Apa, atau Cuma Terbiasa Memendam?“

Pertanyaan

Sering pura-pura nggak apa-apa padahal sebenarnya banyak yang dipendam. Emang bisa ya, kebiasaan memendam perasaan bikin kita capek secara mental ?

Jawaban Psikolog
Bisa banget.
Kadang kita merasa capek bukan karena terlalu banyak aktivitas, tapi karena terlalu banyak hal yang dipikirkan dan dipendam.
Kita bilang, “nggak apa-apa,” padahal sebenarnya kecewa.
Kita bilang, “aku kuat,” padahal sebenarnya sudah lelah.
Kita memilih diam karena nggak mau merepotkan orang lain.

Masalahnya, perasaan yang terus dipendam nggak benar-benar hilang. Kita tetap mengeluarkan energi untuk menahan, menyembunyikan, dan terlihat baik-baik saja.
Lama-lama, capeknya bisa terasa bukan cuma di pikiran, tapi juga di tubuh. Jadi lebih mudah sensitif, sulit tenang, banyak overthinking, atau tiba-tiba merasa ingin menangis tanpa tahu kenapa.

Jadi, nggak apa-apa kalau sesekali kita mengakui, “Aku ternyata lagi nggak baik-baik saja.”
Kita nggak harus selalu kuat. Kadang, yang kita butuhkan bukan memaksa diri untuk baik-baik saja, tapi memberi diri sendiri ruang untuk merasakan apa yang memang sedang dirasakan.
Ψ
Dijawab oleh
Dinda Putri Mahendra, M. Psi., Psikolog
2 minggu yang lalu
Stres Anonim

Nggak banyak aktivitas, tapi kok kepala rasanya penuh dan badan ikut capek?

Pertanyaan

Nggak banyak aktivitas, tapi kok kepala rasanya penuh dan badan ikut capek? Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?

Jawaban Psikolog
Bisa jadi yang lelah bukan cuma tubuh, tapi juga pikiran.
Kadang kita merasa, “Aku kan nggak banyak aktivitas, kok capek banget?” Padahal sepanjang hari otak tetap bekerja: memikirkan banyak hal, mengantisipasi sesuatu, menahan emosi, overthinking, mengambil keputusan kecil, atau terus memikirkan hal yang belum selesai.
Akibatnya, meskipun tubuh tidak banyak bergerak, beban mental tetap menguras energi. Ini sering terasa seperti kepala penuh, sulit fokus, mudah lelah, ingin rebahan, tetapi setelah istirahat pun rasanya belum benar-benar “reset”.
Ψ
Dijawab oleh
Dinda Putri Mahendra, M. Psi., Psikolog
2 minggu yang lalu
Relasi Anonim

Enggan Bersosialisasi karena Pengalaman Buruk Dimasa Lalu

Pertanyaan

halo asalamualaikum, ini saya mau bertanya atau cerita , saya kan dri 2022 jarang keluar rumah dan jarang bermain atau berkomunikasi sama orang, dlu saya sering berkomunikasi atau beraktifitas kayak biasa nya, tapi semenjak saya di jauhi teman saya dan dia menghasut orang untuk menjauhi saya, dri situ saya jarang keluar rumah bahkan sholat pun ga di masjid , dari 2022 sampai 2026, dan mental saya mudah runtuh jika di bicarakan orang lain atau di benci dan di omongin, 2022 sampai 2026 jarang keluar rumah itu sulit bahkan kita bisa menghilangkan momen berharga, 1 lagi , gada yang mau temanan sama saya serius gada, bahkan saya meraka orng orang membenci saya , apa labgkah awal saya yang bisa saya coba

Jawaban Psikolog
Selamat malam.
Saya ikut sedih atas apa yang kamu alami. Pasti rasanya nggak adil yaa kehidupan sosialnya jadi hancur karena satu orang yang dengan sengaja menghasut orang lain. Diasingkan oleh orang yang sebenarnya bahkan nggak berkonflik dengan kita (karena dipengaruhi) tentu saja adalah pengalaman yang menyakitkan dan sangat wajar untuk seseorang mengalami penurunan kepercayaan diri dan kecemasan sosial. Dan sangat mungkin untuk kamu jadi lebih sensitif ketika ada orang yang membicarakanmu dibelakang, karena itu mengingatkanmu tentang pengalaman di masa lalu tersebut. 

Namun, pada dasarnya X (orang yang meghasut) hanyalah manusia yang nggak sempurna, jadi kemampuannya dalam menghasut orang lain jangkauannya pasti terbatas. Jadi, kamu bisa mulai coba berinteraksi dengan orang diluar jangkauan X. Karena orang asing pada dasarnya masih dalam mode netral (tidak membenci atau menyukai kita), maka mereka bisa dijadikan sebagai calon teman. 

Jika butuh arahan lebih lanjut, penguatan dan bantuan lainnya, kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog Frame selama ada kesempatan dan rezeki lebih. 
Semoga membantu. 
Ψ
Dijawab oleh
Aisyah Bunga Septiani, M.Psi., Psikolog
2 minggu yang lalu
Karir & Kemitraan

Bergabung Bersama Frame Psikologi

  • Buka kesempatan untuk memberikan layanan psikologi secara online.
  • Menjangkau lebih banyak klien di seluruh Indonesia.
  • Pengelolaan jadwal dan layanan yang lebih mudah dalam satu platform.
Testimoni Klien

Apa Kata Mereka?

Cerita dan pengalaman bersama Frame Psikologi

4.9 · 15 ulasan
“Awalnya saya ragu untuk konseling karena merasa masalah saya sebenarnya masih bisa saya hadapi sendiri. Setelah sesi, saya jadi lebih memahami apa yang sebenarnya sedang saya rasakan dan apa yang perlu saya lakukan.”
A

Anisa *****

Karyawan swasta

“Saya suka cara psikolognya mendengarkan tanpa membuat saya merasa dihakimi. Dari sesi ini saya mendapatkan sudut pandang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.”
F

Fajar *****

Mahasiswa

“Selama ini kepala saya terasa penuh karena terlalu banyak hal yang dipikirkan sekaligus. Setelah bercerita, saya merasa lebih mampu melihat masalah saya satu per satu.”
R

Rina *****

Karyawan swasta

“Saya datang karena sedang bingung menentukan arah karier. Sesi bersama psikolog membantu saya memahami pilihan yang ada sekaligus mengenali hal-hal yang ternyata penting bagi saya.”
D

Dimas *****

Mahasiswa

"Dari sesi konseling, saya mulai mempertimbangkan kemampuan, minat, dan nilai pribadi dalam menentukan pilihan karier.”
N

Nabila *****

Karyawan swasta

“Saya merasa lebih memahami apa yang membuat saya kesulitan dalam proses belajar. Diskusinya tidak sekadar memberikan solusi, tetapi membantu saya melihat pola yang selama ini tidak saya sadari.”
R

Reza *****

Mahasiswa

“Banyak hal yang sebelumnya kami pikir sudah jelas ternyata perlu dibicarakan lebih dalam. Sesi ini membantu kami membahas ekspektasi, komunikasi, dan rencana ke depan kami dengan lebih terbuka.”
A

Alya *****

Karyawan swasta

“Kami datang ketika komunikasi mulai terasa sulit. Psikolog membantu kami melihat konflik bukan hanya dari siapa yang salah, tetapi dari pola komunikasi yang selama ini terbentuk.”
B

Bagas *****

Wiraswasta

“Awalnya saya berharap mendapatkan solusi yang cepat. Ternyata yang paling membantu justru ketika kami diajak memahami akar masalah dan cara berkomunikasi yang selama ini kurang efektif.”
S

Sinta E****

Ibu Rumah Tangga

“Saya jadi lebih memahami bahwa perilaku anak kami tidak selalu bisa dilihat hanya dari apa yang tampak. Penjelasan psikolog membuat saya lebih tenang dan tahu apa yang bisa saya lakukan selanjutnya.”
M

Maya Ch****

Ibu

“Sebagai orang tua saya sering khawatir apakah perkembangan anak saya sesuai dengan usianya. Sesi ini membantu saya melihat kondisi anak dengan perspektif yang lebih objektif.”
A

Arif F****

Freelancer

“Saya sempat khawatir konseling online akan terasa berbeda. Ternyata sesinya tetap nyaman dan saya bisa bercerita dengan cukup leluasa dari tempat saya sendiri.”
P

Putri Tr****

Mahasiswa

“Bagi saya, format chat terasa lebih nyaman untuk memulai karena saya membutuhkan waktu untuk menyusun apa yang ingin saya ceritakan. Respons psikolog juga membantu saya memahami masalah dengan lebih terarah.”
R

Raka Dh****

Klien

Saya merasa terbantu karena bisa melihat profil dan bidang keahlian psikolog terlebih dahulu. Jadi saya bisa memilih psikolog yang menurut saya paling sesuai dengan kebutuhan saya.”
V

Vina R****

Karyawan

“Frame membuat saya merasa bahwa mencari bantuan psikolog tidak harus menunggu sampai masalah menjadi berat. Saya mendapatkan ruang untuk memahami diri dan melihat langkah yang bisa saya ambil setelahnya.”
K

Kevin R****

Wiraswasta

Artikel & Jurnal Terbaru

Update informasi terbaru seputar perkembangan dunia psikologi

Toxic Relationship: Ketika Hubungan Justru Membuat Kita Terus Terluka

Toxic Relationship: Ketika Hubungan Justru Membuat Kita Terus Terluka

Toxic relationship adalah istilah untuk hubungan dengan pola interaksi yang secara konsisten memberikan dampak merugikan bagi salah satu atau kedua pihak. Tandanya dapat berupa kontrol berlebihan, manipulasi, tidak menghargai batasan, merendahkan, atau membuat seseorang terus merasa bersalah dan kehilangan kepercayaan diri. Memahami pola hubungan, mengenali batasan diri, mencari dukungan, dan berkonsultasi dengan psikolog dapat membantu seseorang menghadapi hubungan yang terasa tidak sehat

05 September 2025
Prokrastinasi: Ketika Kita Terus Menunda Pekerjaan

Prokrastinasi: Ketika Kita Terus Menunda Pekerjaan

Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda pekerjaan meskipun kita mengetahui adanya konsekuensi. Prokrastinasi tidak selalu berarti malas karena dapat berkaitan dengan rasa takut gagal, perfeksionisme, kebingungan, kelelahan mental, atau kesulitan mengelola emosi. Memecah tugas menjadi langkah kecil, mengurangi distraksi, dan mulai tanpa menunggu mood dapat membantu mengurangi kebiasaan menunda.

05 October 2025
Resiliensi Saat Terjadi Bencana: Menguatkan Diri di Tengah Situasi Sulit

Resiliensi Saat Terjadi Bencana: Menguatkan Diri di Tengah Situasi Sulit

Resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi dan perlahan memulihkan diri setelah menghadapi situasi sulit. Resiliensi bukan berarti harus selalu kuat atau bebas dari rasa takut dan sedih. Dukungan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, rutinitas, informasi yang tepat, serta bantuan profesional bila diperlukan dapat membantu proses pemulihan psikologis setelah bencana.

05 September 2026